Keseruan Bedah Buku Antologi Cerpen UT Surakarta 2026

by Jamilatul Istiqomah, Maret 09, 2026


Keseruan Bedah Buku Antologi Cerpen UT Surakarta 2026

keseruan bedah buku antologi UT Surakarta 2026
                       Momen foto bersama setelah sesi bedah buku. Saya di tengah, ditemani Kak Uci di sebelah kanan dan Bu Yulia di sebelah kiri.


Ada hari-hari yang awalnya terasa biasa saja, tapi ternyata pulangnya membawa banyak cerita.

Hari Minggu, 8 Maret 2025 kemarin adalah salah satunya.

Terima kasih untuk UT Surakarta, khususnya Bu Yulia dan Kak Uci, yang sudah menghadirkan ruang belajar yang hangat dan penuh makna. Rasanya menyenangkan sekali bisa berkumpul bersama Komunitas Literasi UT Surakarta dalam momen yang sangat spesial: bedah buku sekaligus launching buku perdana antologi cerpen.

Buat saya, ini bukan sekadar acara. Tapi juga pengalaman yang berkesan.

Taraaa… acara dimulai.

Registrasi dan Pembukaan

Seperti biasa, sebelum acara dimulai, kegiatan diawali dengan registrasi. Peserta datang satu per satu, saling menyapa, dan suasana mulai terasa hangat.

Setelah semua siap, acara dibuka oleh Direktur UT Surakarta, Dr. Agus Joko Purwanto, M.Si.

Sambutan beliau terasa hangat dan memberi semangat. Ada satu kalimat yang cukup membekas di kepala saya ketika beliau mengatakan bahwa:

"Pengalaman itu membentuk jiwa yang baru."

Saya langsung berpikir… iya juga ya.

Banyak hal dalam hidup yang akhirnya mengubah cara kita berpikir, bukan karena teori panjang lebar, tapi karena pengalaman yang kita jalani sendiri.

Momen Deg-Degan: Membaca Cerpen

Pembacaan cerpen di bedah buku UT Surakarta 2026Pembacaan cerpen di bedah buku UT Surakarta 2026

Setelah sambutan pembuka, acara dilanjutkan dengan sesuatu yang membuat saya agak deg-degan tapi juga senang.

Saya diberi kesempatan untuk membacakan cerpen karya saya sendiri yang dimuat dalam buku antologi cerpen tersebut.

Hehe… ini benar-benar pengalaman yang tidak akan saya lupakan.

Apalagi pembacaan cerpen itu diiringi petikan gitar dari Dek Krendy, Ketua Organisasi Mahasiswa UT Surakarta. Suasananya langsung terasa lebih hidup dan hangat.

Menariknya, sebenarnya saya dan Dek Krendy sudah pernah “bertemu” sebelumnya. Tapi waktu itu hanya di dunia maya, tepatnya dalam satu grup WhatsApp saat kegiatan Dies Natalis UT Surakarta ke-40 pada tahun 2024 yang mengusung tema inovasi pendidikan jarak jauh dalam bahasa daerah masing-masing.

Nah, kegiatan Dies Natalis ini, sempat kebingungan dengan beberapa hal. Saya juga sempat bertanya-tanya kepada Dek Krendy. Untungnya ia sangat membantu. 

Nah, di acara bedah buku ini akhirnya kami bisa bertemu langsung. Oh ya, menurutku dia pemuda yang keren dari segala arah deh.

Terima kasih banyak sudah diberi kesempatan tampil di kegiatan yang bagus ini. Semoga tidak mengecewakan ya… hehe.

Yuk, Masuk ke Acara Inti: Bedah Buku


komunitas literasi UT Surakarta

Setelah sesi pembacaan cerpen selesai, acara dilanjutkan ke inti kegiatan yaitu bedah buku antologi cerpen.

Acara ini dimoderatori oleh Bu Dra. Yulia Budiawati, M.Si yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur UT Surakarta pada periode 2018–2025 sebelum akhirnya posisi tersebut kini dipegang oleh Pak Dr. Agus Joko Purwanto, M.Si.

Sementara itu, Kak Uci hadir sebagai narasumber yang membedah isi buku dengan cara yang santai, tetapi penuh makna.

Beliau ini full insight juga. Dari pengalaman hidupnya dan pengalaman nulisnya. Ah wow banget deh. Bisa dikepoin di IG nya @velou_ra

 Sebelum buku antologi ini diluncurkan, sebenarnya kami para penulis sudah beberapa kali bertemu secara daring melalui Microsoft Teams. Kak Uci lah yang membimbing kami dalam proses kepenulisan sepanjang tahun 2025.

(Mbak Maol itu yang tengah kerudung cream, vest coklat)

Daring ini dipandu sama Mbak Maol. Siapa sih yang gak tahu Mbak Maol UT Surakarta? Tahu lah ya. Seringkali juga aku chat an sama Mbak Maol ini. Seneng banget bisa bertemu dan ngobrol juga di acara bedah buku ini. 

Oh ya, kalau mengingat kembali sesi di Teams, yang paling saya ingat adalah saat kebingungan menuangkan ide.

Saat itu Kak Uci menyarankan untuk membuat mind map atau peta konsep terlebih dahulu, lalu ide-ide tersebut diurai sampai menjadi cerita yang lebih mengerucut.

Dan yang paling terasa justru saat proses revisi.

Di situ saya baru benar-benar sadar:

"Oh… ternyata begini cara menulis yang baik agar pembaca bisa masuk ke dalam tulisan."

Ngomong-ngomong soal Bu Yulia, saya sebenarnya sudah pernah bertemu beliau sebelumnya.

Waktu itu tahun 2023, saat beliau masih menjabat sebagai Direktur UT Surakarta dan melakukan kunjungan ke Pokjar Grobogan. Saat itu saya masih mahasiswa alih kredit PGSD.

Jujur saja, waktu pertama kali melihat beliau, saya sempat merasa tatapannya tajam dan terlihat cukup tegas.

Tapi ternyata ketika bertemu langsung lagi di acara bedah buku ini, kesannya justru berbeda. Bu Yulia ternyata ramah, asyik diajak ngobrol, dan terasa keibuan.

Benar-benar beda dari kesan pertama saya dulu. Hehe.

Kalimat yang Nempel di Hati

Dalam sesi bedah buku kemarin, ada beberapa kalimat yang rasanya langsung nempel di hati.

Kak Uci mengatakan sesuatu yang sederhana tapi kuat:

“Dunia boleh saja jungkir balik, tapi kita harus tetap utuh.”

Buku ini berisikan perjuangan untuk meraih mimpi-mimpi. Banyak juga insight yang diambil dari berbagai POV penulis. Tentunya, buku ini bakal menginspirasi para pembacanya. 

 Kak Uci juga menyampaikan terkait mimpi-mimpi, bahwa: 

"Percayalah mimpi itu pasti bakal terwujud,  namun menunggu timeline yang tepat." 

Beliau juga mengupamakan seperti, "mimpi itu kayak matahari dan bulan. Mereka tuh sama-sama bersinar, tapi tidak pada waktu yang sama." 

Udah kebayang kan? Isi dari buku kami hehe Semenarik itu deh pokoknya :-)

Sementara Bu Yulia juga memberikan pesan penting bagi para penulis:

“Menulis jangan diniatkan untuk banyak pembaca atau banyak cuan. Niatkan menulis untuk berbagi. Dengan begitu kita tidak mudah kecewa.”

Beliau juga menambahkan pesan yang tidak kalah penting:

“Seringlah membaca buku.”

Kalimat-kalimat itu terasa sederhana, tapi menenangkan.

Kadang kita terlalu sibuk memikirkan angka—berapa orang yang membaca tulisan kita, berapa yang membeli buku kita, atau berapa yang menyukai karya kita.

Padahal mungkin yang lebih penting adalah keberanian untuk menulis dan berbagi cerita.

Momen Launching Buku

launching buku antologi cerpen komunitas literasi UT Surakarta 2026

Setelah sesi bedah buku selesai, tibalah momen yang ditunggu-tunggu: launching buku antologi cerpen.

Launching buku dilakukan oleh Direktur UT Surakarta, Pak Agus Joko Purwanto.

Acara launching juga ditampilkan dalam bentuk mockup video launching buku, yang membuat suasana terasa semakin spesial. Rasanya seperti benar-benar merayakan kelahiran sebuah karya bersama-sama.

Setelah itu dilanjutkan dengan penyerahan buku dan sertifikat.

Dan tentu saja, sesi yang tidak boleh ketinggalan: foto bersama.

Karena kalau tidak ada foto, nanti susah membuktikan kalau kita benar-benar ada di sana.

Hehe.

Lanjut… Sarasehan Santai




Selesai acara, ternyata kami tidak langsung pulang.

Cerita hari itu masih berlanjut.

Kami melanjutkan dengan sarasehan santai sambil menunggu waktu buka bersama. Nah, justru di bagian ini banyak cerita seru terjadi.

(Kerudung hitam: Kak Yulianti)

Akhirnya hari itu saya juga bisa bertemu langsung dengan teman sefrekuensi, Kak Yulianti.

Selama ini kami hanya saling chat dan berbagi cerita lewat pesan. Eh ternyata hari itu bisa bertemu langsung.

Rasanya seperti bertemu teman lama, padahal sebenarnya baru pertama kali bertatap muka.

Wkwkw.

Dan, udah bisa dibayangin kan? Belum pernah ketemu, tapi ngobrol hanya di dunia maya. Terus lanjut bisa meet up langsung gini. Seruuu abis.

Belum lagi ketambahan teman baru: dua adik gemesh mahasiswa UT Surakarta, Dek Renata dan Dek Elliza.

Obrolan kami langsung ngalor-ngidul.

Mulai dari cerita menulis, dunia literasi, pengalaman belajar, sampai hal-hal random yang membuat suasana jadi hangat.

Kadang memang begitu ya. Pertemuan yang awalnya terasa formal bisa berubah menjadi obrolan santai yang akrab.

(Dari sisi kiri: saya, Kak Yul, Dek Renata, Dek Elliza)

Pertemuan Singkat, Kesan Panjang

Tapi seperti biasa… waktu terus berjalan.

Tanpa terasa hari mulai sore. Obrolan harus berhenti, dan kami semua kembali ke habitat masing-masing.

Ah… rasanya masih ingin ngobrol lagi.
Masih ingin bertemu lagi.

Tapi mungkin memang begitu cara semesta bekerja.

Pertemuan yang singkat, tapi meninggalkan kesan yang panjang.

Hari itu benar-benar hari yang mantap.

Penuh cerita.
Penuh insight.
Dan tentu saja… penuh kenangan.

Terima kasih UT Surakarta untuk pengalaman berharga ini.

Semoga suatu hari nanti kita bisa duduk bersama lagi, ngobrol ngalor-ngidul lagi, dan tentu saja…

tetap menulis lagi. 

See u next time yaaa..


 Mahasiswa PPG Calon Guru Univet Sukoharjo Menlaksanakan Kegiatan Pembekalan dan Penerjunan PPL



Kamis, 5 Februari 2026 melalui zoom mahasiswa PPG Cagur Gel 1 2026 mengikuti Pembekalan dan Penerjunan PPL PPG Calon Guru Gelombangg 1 2026 Semester 1 Universitas Veteran Bangun Nusantara.

Minggu depan, tepatnya pada Senin, 9 Februari 2026, kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PPL) akan resmi dilaksanakan. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses Pendidikan Profesi Guru (PPG) karena terintegrasi dengan PPL semester 1 dan 2, sehingga pelaksanaannya dirancang secara sistematis dan berkelanjutan.

Selama PPL berlangsung, mahasiswa akan mengikuti berbagai tahapan pembelajaran yang seluruhnya terpantau melalui Learning Management System (LMS). Setiap tahapan dilengkapi dengan asesmen dan tagihan yang harus dipenuhi sesuai ketentuan, sebagai bentuk evaluasi proses dan hasil belajar mahasiswa.

Rangkaian kegiatan PPL diawali dengan orientasi, yang dilaksanakan baik secara daring maupun langsung di sekolah. Pada tahap ini, mahasiswa mulai mengenal lingkungan sekolah sekaligus membangun kerja sama dengan pihak sekolah sebagai mitra utama selama PPL berlangsung.

Tahap selanjutnya adalah observasi pembelajaran yang dilaksanakan sebanyak dua kali pertemuan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa mengamati proses pembelajaran, karakteristik siswa, serta budaya sekolah. Hasil observasi kemudian dilaporkan melalui lembar kerja kedua di LMS, dengan data yang diperoleh dari guru pamong dan pihak sekolah.

Setelah observasi, mahasiswa melaksanakan asistensi mengajar sebanyak satu kali pertemuan. Pada tahap ini, mahasiswa membantu guru pamong dalam menyusun perangkat pembelajaran serta mempersiapkan segala kebutuhan pembelajaran. Dengan mengenal karakter dan kebutuhan siswa, mahasiswa diharapkan mampu berkontribusi secara nyata dalam mendukung proses belajar mengajar. Seluruh kegiatan asistensi ini dilaporkan melalui lembar kerja ketiga di LMS.

Inti dari kegiatan PPL adalah praktik pembelajaran terbimbing. Pada tahap ini, mahasiswa mendapatkan bimbingan dan arahan langsung dari guru pamong (GP) dan dosen pembimbing lapangan (DPL). Praktik pembelajaran dilaksanakan dalam tiga siklus yang diatur selama kurang lebih 11 minggu.


Setiap siklus mencakup perencanaan pembelajaran (RPP), pelaksanaan pembelajaran di kelas, evaluasi, serta refleksi dan rencana tindak lanjut (RTL) untuk perbaikan pada siklus berikutnya, dengan tetap berfokus pada kebutuhan murid.

Selama praktik mengajar berlangsung, terdapat lembar penilaian yang dibagikan kepada guru pamong dan dosen pembimbing lapangan untuk menilai kesiapan mahasiswa, proses pembelajaran, serta kemampuan refleksi. Oleh karena itu, peran guru pamong sangat diharapkan dalam membimbing, mengarahkan, dan memberikan masukan yang konstruktif kepada mahasiswa.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan PPL, mahasiswa diwajibkan menyusun laporan PPL, Penelitian Tindakan Kelas (PTK), serta artikel ilmiah dengan sintaks 4 sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik dan refleksi atas proses pembelajaran di lapangan.

Kegiatan pelepasan mahasiswa PPL diawali dengan pembacaan basmallah oleh Ibu Mukti Widayati, selaku Koordinator PPG Univet, sebagai tanda resmi dimulainya penugasan mahasiswa PPG di 30 sekolah dasar serta SMA/SMK. Momentum ini menjadi awal langkah mahasiswa untuk belajar langsung di sekolah, menguatkan kompetensi, serta menumbuhkan karakter sebagai calon guru profesional.

Harga Water Heater Listrik Ariston Termurah

in , , , by Jamilatul Istiqomah, Januari 30, 2026

 

Harga Water Heater Listrik Ariston Termurah

Water heater atau pemanas air adalah perangkat rumah tangga yang sangat berguna, terutama di negara tropis seperti Indonesia yang sering kali mengalami musim hujan yang dingin. Salah satu merek yang cukup populer di pasaran adalah Ariston.

Ariston Water Heater dikenal karena produk-produk pemanas air yang efisien, berkualitas, dan memiliki berbagai pilihan model dengan harga yang bervariasi. Dalam artikel ini, kita akan membahas harga water heater listrik Ariston serta beberapa model terbaik yang bisa kamu pilih.

Ariston adalah perusahaan asal Italia yang sudah berpengalaman dalam memproduksi perangkat pemanas air, pemanas ruangan, dan sistem energi terbarukan. Ariston telah dikenal luas karena inovasi dan kualitas produknya yang tahan lama. Produk Ariston, termasuk water heater listrik, banyak dicari karena dirancang untuk efisiensi energi dan kenyamanan penggunanya.

Apa Itu Water Heater Listrik?

Water heater listrik adalah alat yang digunakan untuk memanaskan air secara otomatis menggunakan tenaga listrik. Dibandingkan dengan water heater berbahan bakar gas, water heater listrik lebih mudah digunakan dan perawatannya lebih sederhana. Tidak perlu khawatir soal pasokan gas atau saluran pipa gas, cukup sambungkan alat ini ke stop kontak listrik dan air panas siap digunakan.

Water heater listrik memiliki berbagai pilihan kapasitas, mulai dari yang kecil untuk kebutuhan pribadi hingga yang besar untuk kebutuhan keluarga. Salah satu merek ternama yang menyediakan berbagai jenis water heater listrik adalah Ariston.

Kelebihan Water Heater Listrik Ariston

Ariston Electric Water Heater memiliki berbagai keunggulan yang menjadikannya pilihan populer di kalangan konsumen Indonesia. Keunggulan-keunggulan ini mencakup aspek efisiensi energi, desain, dan fitur keselamatan, yang memberikan kenyamanan dan ketenangan pikiran bagi penggunanya. Berikut adalah beberapa kelebihan utama yang dimiliki oleh water heater listrik Ariston:

1. Efisiensi Energi yang Tinggi

Salah satu daya tarik utama dari water heater listrik Ariston adalah efisiensinya dalam penggunaan energi. Ariston menggunakan teknologi pemanasan air yang dirancang untuk meminimalkan konsumsi listrik.

Dengan fitur-fitur seperti isolasi termal yang baik, water heater ini mampu menjaga suhu air lebih lama tanpa perlu terus-menerus mengeluarkan energi. Ini membuatnya menjadi pilihan yang hemat energi, dan tentu saja, dapat membantu kamu menghemat biaya listrik dalam jangka panjang.

2. Desain yang Elegan dan Kompak

Ariston dikenal dengan desain produk-produk pemanas air yang tidak hanya fungsional, tetapi juga estetis. Model-model seperti Ariston Andris Lux dan Ariston Velis Evo memiliki desain ramping dan modern, sehingga mudah dipadukan dengan berbagai jenis dekorasi ruang mandi. Bahkan jika kamu memiliki ruang terbatas di kamar mandi, Ariston menyediakan solusi dengan model-model kompak yang mudah dipasang tanpa mengurangi kapasitas pemanasan. Desain ini juga mengutamakan kemudahan pemasangan, sehingga kamu tidak perlu khawatir tentang kerumitan dalam proses instalasi.

3. Keamanan dan Perlindungan yang Terjamin

Ariston sangat memperhatikan aspek keselamatan dalam setiap produk water heater-nya. Water heater listrik Ariston dilengkapi dengan berbagai fitur keselamatan canggih untuk mencegah masalah seperti overheat atau kebocoran listrik.

Beberapa model dilengkapi dengan sistem perlindungan terhadap suhu berlebih dan tekanan tinggi, yang dapat mencegah kerusakan pada unit atau bahkan kecelakaan yang bisa terjadi akibat gangguan pada sistem pemanas. Selain itu, sebagian besar model Ariston memiliki pelindung kebocoran listrik untuk memberikan rasa aman tambahan bagi penggunanya.

4. Kualitas dan Ketahanan Produk

Salah satu alasan mengapa Ariston banyak dipilih adalah karena daya tahannya yang luar biasa. Merek ini telah berpengalaman lebih dari 90 tahun dalam industri pemanas air, dan kualitas produk mereka sudah teruji.

Ariston menggunakan bahan berkualitas tinggi, termasuk pelapis anti korosi dan lapisan pelindung yang dapat mencegah karat atau korosi pada tangki pemanas. Hasilnya, water heater Ariston cenderung lebih tahan lama dan lebih sedikit memerlukan perawatan atau perbaikan, meskipun digunakan secara terus-menerus.

5. Berbagai Pilihan Kapasitas dan Model

Ariston menawarkan berbagai pilihan kapasitas yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Dari kapasitas kecil yang cocok untuk individu atau pasangan, seperti model Ariston Andris Lux 15 liter, hingga kapasitas lebih besar untuk keluarga atau rumah tangga komersial, seperti Ariston Pro 1 Plus dengan kapasitas 100 liter.

Keberagaman ini memungkinkan konsumen untuk memilih model yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka, tanpa perlu membeli model dengan kapasitas yang lebih besar atau lebih kecil dari yang dibutuhkan.

6. Pengaturan Suhu yang Tepat

Sebagian besar model Ariston dilengkapi dengan fitur pengaturan suhu yang mudah digunakan. Pengguna dapat mengatur suhu air sesuai dengan preferensi mereka, menjadikan pengalaman mandi lebih nyaman.

Selain itu, beberapa model juga menawarkan pengaturan suhu otomatis, yang menyesuaikan suhu air berdasarkan suhu lingkungan dan kebutuhan pengguna. Hal ini menambah kenyamanan pengguna dalam mendapatkan air panas pada suhu yang ideal tanpa harus menunggu terlalu lama.

7. Garansi dan Layanan Purna Jual yang Baik

Ariston memberikan garansi yang panjang untuk setiap produk water heaternya, memberikan rasa aman bagi konsumen. Selain itu, Ariston juga memiliki jaringan layanan purna jual yang luas, termasuk pusat layanan yang siap membantu jika ada masalah dengan produk.

Dengan dukungan dari layanan pelanggan yang responsif dan profesional, pengguna tidak perlu khawatir jika terjadi kerusakan pada unit mereka.

8. Fitur Ramah Lingkungan

Sebagai bagian dari komitmennya untuk mendukung keberlanjutan, Ariston juga menghadirkan produk yang lebih ramah lingkungan. Beberapa model water heater Ariston telah dilengkapi dengan teknologi yang mengurangi emisi karbon dan mengoptimalkan penggunaan energi, sehingga kamu tidak hanya menghemat biaya listrik tetapi juga berkontribusi pada pelestarian lingkungan.

Teknologi canggih pada produk Ariston memastikan bahwa pemanasan air terjadi dengan cara yang lebih efisien, menghasilkan jejak karbon yang lebih rendah.

9. Harga yang Kompetitif untuk Kualitas

Meskipun harga electric water heater Ariston bisa sedikit lebih tinggi dibandingkan beberapa merek lainnya, kualitas yang ditawarkan membuatnya sangat sebanding dengan harga tersebut.

Dengan teknologi yang efisien dan umur pakai yang panjang, investasi dalam water heater Ariston akan lebih menguntungkan dalam jangka panjang, karena kamu tidak perlu sering mengganti unit atau mengeluarkan biaya perawatan yang tinggi.

10. Mudah Ditemukan di Pasaran

Water heater Ariston mudah ditemukan di berbagai toko online maupun offline di Indonesia. Ariston telah menjalin kemitraan dengan banyak pengecer di seluruh Indonesia, sehingga kamu bisa dengan mudah mendapatkan produk mereka, baik di toko peralatan rumah tangga besar, toko khusus alat elektronik, maupun situs belanja online.

Selain itu, kamu juga bisa memilih untuk membeli langsung melalui situs resmi Ariston atau distributor resmi mereka, yang biasanya menawarkan garansi dan dukungan purna jual terbaik.

Faktor yang Mempengaruhi Harga Water Heater Listrik Ariston

Harga water heater listrik Ariston bisa bervariasi tergantung pada beberapa faktor, antara lain:

1. Kapasitas

Semakin besar kapasitas, semakin mahal harga water heater tersebut. Untuk rumah tangga besar, kamu mungkin membutuhkan kapasitas 50 liter atau lebih, yang tentunya lebih mahal daripada model dengan kapasitas kecil.

2. Model dan Desain

Model-model terbaru yang dilengkapi dengan teknologi canggih seperti penghemat energi atau desain yang lebih elegan cenderung memiliki harga yang lebih tinggi.

3. Fitur Tambahan

Fitur keamanan dan kenyamanan tambahan seperti proteksi terhadap overheat, pengatur suhu otomatis, dan material berkualitas tinggi juga bisa meningkatkan harga produk.

4. Tempat Pembelian

Harga bisa berbeda-beda tergantung pada tempat dan cara pembelian. Pembelian online seringkali memberikan harga yang lebih kompetitif, terutama saat ada promo.

Kesimpulan

Water heater listrik Ariston menawarkan berbagai pilihan model yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran kamu. Dari kapasitas kecil seperti Ariston Andris Lux yang cocok untuk individu atau pasangan, hingga kapasitas besar seperti Ariston Pro 1 Plus untuk keluarga besar atau penggunaan komersial, Ariston menyediakan solusi pemanas air yang efisien dan terpercaya. Harga water heater listrik Ariston bervariasi, menyesuaikan model, kapasitas, dan fitur yang ditawarkan.

 

Dengan segala kelebihan tersebut, tidak mengherankan jika Ariston menjadi pilihan utama bagi banyak konsumen yang mencari pemanas air listrik yang berkualitas tinggi dan dapat diandalkan. Baik untuk kebutuhan pribadi, keluarga, atau penggunaan komersial, Ariston menawarkan solusi yang sesuai dengan berbagai kebutuhan dan anggaran.

 

Menguatkan Guru Profesional dan Literasi Kesehatan Mental

by Jamilatul Istiqomah, Januari 28, 2026

Menguatkan Guru Profesional dan Literasi Kesehatan Mental


Orientasi Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru (CAGUR) Gelombang 1 tahun 2026 resmi dibuka dengan arahan dari Pak Direktur dan Dirjen. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya perjalanan penting bagi para calon guru untuk menyiapkan diri menjadi pendidik profesional di masa depan.

Dalam sambutannya, disampaikan bahwa PPG bukan sekadar formalitas akademik, tetapi sebuah jembatan pembentukan guru muda yang profesional, tidak hanya unggul secara pedagogik, tetapi juga kuat secara akademik, kepemimpinan, dan karakter. Pesannya jelas: jalani proses PPG dengan sungguh-sungguh, karena dari sinilah kualitas guru Indonesia dibentuk.

PPG dan Penguatan Sumber Daya Manusia Guru

Bu Nunuk menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia, khususnya guru, menjadi fokus utama. Guru masa depan diharapkan tidak hanya mampu mengajar, tetapi juga menjadi pemimpin pembelajaran, pendamping peserta didik, dan agen perubahan di sekolah. PPG adalah ruang pembelajaran untuk menempa semua peran itu.

Literasi Kesehatan Mental: Guru Bukan Sekadar Pengajar


Sesi berikutnya diisi oleh Dr. Eka Wahyuni, MAAPD, yang membahas literasi kesehatan mental. Sesi ini diawali dengan pertanyaan sederhana namun bermakna:

“Bagaimana kabar dan perasaan kita hari ini?”

Pertanyaan ini menjadi pintu masuk refleksi bahwa kesehatan mental adalah hal yang dekat dengan keseharian guru dan peserta didik. Dr. Eka menegaskan, sesuai arahan Menteri Pendidikan, guru bukan hanya mengajar, tetapi juga berperan sebagai fasilitator, pendidik, dan pendamping peserta didik dalam proses tumbuh kembang mereka.


Sebelum materi dimulai, peserta diajak untuk merefleksikan kondisi diri, karena guru yang sadar akan kondisi mentalnya sendiri akan lebih peka terhadap kondisi muridnya.

Guru Bahagia, Murid Bahagia


Materi dilanjutkan oleh Dr. Karsih, M.Pd, yang menekankan bahwa guru adalah kunci terciptanya kelas yang kondusif.



Guru yang bahagia akan menciptakan murid yang bahagia. Sebaliknya, tekanan yang dialami guru dapat berdampak langsung pada suasana kelas.

Beliau mengingatkan bahwa di lapangan terdapat kasus-kasus serius, termasuk peserta didik yang mengalami tekanan mental berat hingga tindakan bunuh diri. Oleh karena itu, guru perlu aware dan peka terhadap tanda-tanda awal, agar tidak memperburuk kondisi mental anak.

Peserta didik sering kali bingung harus mencari bantuan ke mana. Dalam situasi ini, guru adalah akses pertama yang paling dekat dengan mereka.


Memahami Perilaku Murid Tanpa Stigma

Mengupload: 260526 dari 260526 byte diupload.


Dr. Karsih mengangkat contoh nyata di kelas, seperti:

  • Murid yang menyendiri dan dilabeli “antisosial”

  • Murid yang mudah marah lalu dijauhi teman-temannya

  • Murid yang hiperaktif dan sulit mengikuti pembelajaran


Label dan stigma justru membuat anak merasa tidak berharga, tidak percaya diri, dan memperburuk kondisi mentalnya. Padahal, yang dibutuhkan adalah pemahaman dan pendampingan, bukan penghakiman.

Guru diingatkan untuk tidak terburu-buru memberi diagnosis, tetapi menggunakan deskripsi perilaku: apa yang terlihat, kapan muncul, dan bagaimana dampaknya pada proses belajar.

Mitos-mitos Penyakit Mental

Beliau juga menyampaikan tentang mitos-mitos penyakit mental, diantaranya sebagai berikut:


Diskusi Kasus: Peran Guru sebagai Penghubung

Beberapa kasus yang didiskusikan dalam sesi ini antara lain:

1. Murid laki-laki dengan perilaku keperempuanan

Ditekankan bahwa:

  • Perilaku, identitas gender, dan orientasi seksual adalah hal yang berbeda

  • Guru berfokus pada perilaku di kelas, bukan memberi diagnosis

  • Diagnosis hanya dapat dilakukan oleh ahli

2. Orang tua tidak percaya hasil diagnosis

Penolakan orang tua sering terjadi karena:

  • Fase denial

  • Rasa malu dan stigma sosial

Tugas guru adalah mendampingi dan mengedukasi, menyampaikan bahwa diagnosis bukan label, tetapi langkah awal untuk membantu anak berkembang lebih baik.

3. Anak hiperaktif dalam pembelajaran

Guru perlu melakukan asesmen awal untuk membedakan:

  • Anak dengan kelebihan energi

  • Anak dengan ADHD

Dari asesmen tersebut, guru menentukan apakah bisa ditangani di kelas atau perlu dirujuk ke ahli. Sekali lagi, guru adalah penghubung, bukan penentu diagnosis akhir.


Menghapus Stigma Kesehatan Mental

Salah satu pesan kuat dari sesi ini adalah tentang menghapus stigma.
Ketika seseorang mengalami gangguan pikiran, emosi, atau perilaku, itu sama halnya dengan organ tubuh lain yang sakit.

Jika jantung sakit, kita ke dokter jantung.
Jika paru-paru sakit, kita ke dokter paru.
Maka ketika pikiran dan emosi bermasalah, mencari bantuan profesional adalah hal yang wajar.

Justru, orang yang mencari bantuan adalah orang yang kuat, karena ia sadar dan bertanggung jawab terhadap dirinya.



Deteksi Dini dan Kelas yang Menyenangkan

Deteksi dini akan memberikan hasil yang jauh lebih baik. Guru diharapkan:

  • Mengamati perilaku murid secara detail

  • Memahami karakteristik peserta didik

  • Peka terhadap sinyal-sinyal yang berbeda dari kebiasaan

Tidak semua kelas yang berisik adalah masalah, bisa jadi itu karakter. Namun, murid yang tiba-tiba menyendiri atau menunjukkan perubahan perilaku perlu mendapatkan perhatian khusus.

Guru juga diingatkan untuk:

  • Lebih banyak mendengarkan (kita punya 2 telinga dan 1 mulut)

  • Tidak menegur atau melabeli murid di depan teman-temannya

  • Tidak membawa murid ke psikiater tanpa persetujuan orang tua


Guru Juga Manusia

Ditekankan bahwa guru juga manusia yang tidak lepas dari stres dan tekanan. Kesehatan mental guru sangat berpengaruh pada suasana kelas dan perkembangan murid.


Level 1 – Kesehatan Mental Positif pada Individu Calon Guru

Kesehatan mental positif pada individu calon guru ditandai dengan kemampuan mengenali emosi diri, mengelola stres, serta menjaga keseimbangan antara tuntutan akademik dan kehidupan pribadi. Calon guru yang memiliki kesadaran diri dan praktik perawatan diri (self-care) akan lebih siap menghadapi tantangan selama proses PPG dan pembelajaran di sekolah.


Level 2 – Peran Profesional Guru dalam Kesehatan Mental

Sebagai seorang profesional, guru berperan penting dalam menciptakan interaksi pembelajaran yang aman, empatik, dan mendukung kesehatan mental peserta didik. Guru tidak hanya mengajar materi, tetapi juga menjadi fasilitator dan pendamping yang peka terhadap perubahan perilaku, mampu mendeskripsikan kondisi murid secara objektif, serta menjembatani kebutuhan peserta didik dengan orang tua dan tenaga profesional.


Level 3 – Lingkungan Sekolah yang Mendukung Kesehatan Mental

Lingkungan sekolah yang sehat secara mental ditandai dengan budaya saling menghargai, bebas stigma, dan adanya sistem dukungan bagi guru maupun peserta didik. Sekolah yang kondusif mendorong komunikasi terbuka, kolaborasi, serta deteksi dini terhadap masalah kesehatan mental, sehingga seluruh warga sekolah merasa aman, diterima, dan mampu berkembang secara optimal.


Mengenali Emosi

Mengenali emosi adalah kemampuan untuk menyadari, memahami, dan memberi nama pada perasaan yang sedang dialami, seperti senang, sedih, marah, cemas, atau lelah. Dengan mengenali emosi, seseorang dapat memahami penyebab perasaannya, mengendalikan respons yang muncul, serta mengambil keputusan yang lebih tepat. Bagi calon guru, kemampuan mengenali emosi menjadi dasar penting untuk menjaga kesehatan mental, mengelola stres, dan membangun hubungan yang positif dengan peserta didik.


Berikut tahap-tahap mengenali emosi yang disusun sederhana dan mudah dipahami



Strategi Coping 

(cara mengelola stres dan emosi)

Dalam menjalani peran sebagai guru dan calon guru, berbagai tuntutan dan tantangan sering kali memunculkan stres serta tekanan emosional. Oleh karena itu, diperlukan strategi coping sebagai upaya untuk mengelola emosi, pikiran, dan perilaku secara sehat. Pemahaman terhadap strategi coping membantu guru mengenali cara yang tepat dalam menghadapi situasi sulit, menjaga kesehatan mental, serta tetap bersikap profesional dalam mendampingi peserta didik. Dengan strategi coping yang efektif, guru diharapkan mampu beradaptasi, bangkit dari tekanan, dan menciptakan lingkungan belajar yang positif.





Self Care

Self care bukanlah bentuk keegoisan, melainkan kebutuhan dasar agar kita tetap sehat secara fisik dan mental. Bagi guru dan calon guru, tuntutan peran yang beragam sering kali membuat kita lupa merawat diri sendiri. Padahal, guru yang mampu mengenali batas diri, mengelola emosi, dan memberi ruang untuk beristirahat akan lebih siap mendampingi peserta didik dengan empati dan kesabaran. Melalui pemahaman dan praktik self care, diharapkan setiap guru dapat menjaga keseimbangan diri, meningkatkan kesejahteraan, dan menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna.














Refleksi sederhana diajukan:

Bagaimana kondisi saya selama satu minggu terakhir?

Kesadaran diri dan praktik self-care menjadi kunci agar guru tetap sehat, sejahtera, dan mampu mendampingi peserta didik dengan optimal.

Penutup

Orientasi PPG CAGUR ini menegaskan bahwa menjadi guru profesional bukan hanya soal kemampuan mengajar, tetapi juga tentang kepekaan, empati, dan kesadaran akan kesehatan mental—baik bagi murid maupun diri sendiri.

Karena pada akhirnya, kelas yang sehat lahir dari guru yang sehat.


© www.jurnaljamila.com about another home of my mind · Designed by Sahabat Hosting